Showing posts with label meracau. Show all posts
Showing posts with label meracau. Show all posts

Gratitude

Puncak Ciremai, Oktober 2017
Ada banyak cara Allah ngingetin hambanya yang secara nggak sadar, kadang suka keblinger.

Contohnya minggu kemarin saat aku diminta Manager untuk menghadiri undangan workshop salah satu vendor di bilangan Kuningan, Jakarta. Saat workshop, tidak sengaja aku duduk di satu meja yang sama dengan seorang Ibu dari salah satu BUMN lain.

Long short story, saat istirahat makan siang, beliau bercerita bahwa dulu ia bercita-cita untuk menjadi salah satu anggota TNI wanita. Untuk mewujudkan cita-citanya itu, beliau berlatih fisik mati-matian. Dari mulai olah raga tenis, basket, lari, dsb.

Get Well Really Soon, Ayah


Salah satu hal yang aku khawatirkan saat memutuskan merantau adalah ketika something happen with my family and I'm not there for them. And now I know how it feels.

Long short story, beberapa waktu belakangan ini Ayah sakit.
Bermula saat aku pulang ke rumah saat libur hari raya Idul Fitri kemarin, Ayah demam. Karena demamnya tak kunjung turun akhirnya dibawa ke rumah sakit dan dokter mendiagnosa bahwa Ayah terkena infeksi kandung kemih. Saat itu masih bulan Ramadhan. Ayah nggak mau nggak puasa sehingga minum obatnya kurang teratur dan pengobatannya pun kurang maksimal.

The Best Team I've Ever Had

"Anakku besok datang, kumpul lagi semua", gumam seorang Ibu diiringi senyum bahagia sembari membersihkan sudut rumah di H-1 kepulangan anaknya.
Ibu itu adalah Ibuku, yang sejak hari pertama Ramadhan sudah menghitung hari dan menanyakan makanan apa yang ingin kami makan selama kami pulang ke rumah.

Idul Fitri tahun ini terasa begitu istimewa,
Tahun pertama merasakan excited-nya mudik lebaran karena menyadari ada orang-orang yang menunggu kita di rumah.

Jarak sejatinya mengajarkan kita untuk lebih menghargai sebuah pertemuan.
Mengajari kita untuk lebih menghargai hal-hal kecil, seperti obrolan dengan saudara menjelang tidur, jalan ke mall, atau sekedar makan bareng Ibu dan Ayah.

Happy Go Lucky!


Ramadhan Kareem..
Alhamdulillah masih diberi Allah kesempatan untuk bertemu Ramadhan tahun ini. Bulan penuh rahmat, berkah, dan ampunan. The month in which many amazing things happen.

Do you believe in fate?
That Allah will give us something that we need instead of something that we want.

What Jakarta has Changed Me the Most

Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:JakartaSkyline.jpg#/media/File:JakartaSkyline.jpg
Istilah "Ibu Kota lebih kejam dari pada Ibu Tiri" sepertinya bukanlah istilah baru. Bayangan Jakarta sebagai pusat modernisasi di Indonesia yang dihiasi akan gedung-gedung pencakar langit, lifestyle kehidupan manusia masa kini, hingga kemudahan akses transportasi nyatanya tidak selamanya demikian. Pencopetan, penipuan, pelecehan seksual, pemerkosaan, hingga pembunuhan menjadi sisi lain dari Jakarta yang membuat istilah "Ibu Kota lebih kejam dari pada Ibu Tiri" akhirnya menjadi hal yang bisa dipahami. People will do anything to survive in this city, even if it breaks the rules. Even if it hurts others.

Can't We Just Live in the Moment?


Going to Starbucks and everyone is busy with their phone,
Bukankah tujuan utama ngopi adalah buat ngobrol?

Have you ever realise that social media has already took over every part of our life?

Suka sedih kalo liat orang yang ketemu temen lama, alih-alih salaman atau pelukan karena udah lama gak ketemu, tapi malah sibuk sama-sama pegang hape buat ngerekam "moment" pertemuan itu, yang biasanya berujung awkward karena cuma "dadah-dadah" sambil wajahnya ketutup hape soalnya temennya juga lagi nge-stories. Trus sama-sama di-upload di Instagram. Trus mereka satu circle sama aku, jadilah aku melihat kejadian yang sama tapi dari angle yang berbeda.

Working Mom?

Tulisan ini terinspirasi oleh kegelisahan beberapa teman kantor yang berprofesi double, yaitu sebagai ibu dan karyawan perusahaan. Kegelisahan itu tidak jauh dari anak-anaknya yang mulai mengerti dan mulai bisa protes ketika Ibunya berangkat bekerja. Ketika mereka mencoba menjelaskan pada anaknya bahwa Ibu bekerja untuk mencari uang, dan uang untuk membeli mainan, anaknya menjawab,

“Aku nggak mau mainan aku mau Ibu di rumah aja”, katanya.

Mendengar jawaban anaknya, teman kantorku merasa sedih dan serba salah, macam Raisa.
I don’t know how it feels being a working mom, because I haven’t even married yet (hahaha!) But hey, let me tell you a story about a kid who raised by a working mom.

My #100 Books Challenge 2018



I do like reading. Especially buku dengan topik seputar self-help, psikologi, sastra, biografi, atau novel dengan latar belakang kejadian real masa lalu. Back in time when I was in college, I could spend couple hours just to read books in Togamas bookstore (they have nice playlist too!). But as I grow older and move to this city, my life kinda stuck with 8-5 jobs dan disini tidak ada Togamas! *kray*

Mimpi dari Ranupani


Hello! Meet my friend from Ranupani, his name is Suhartono and I usually call him Uncle Tono.

Pertama kali banget ketemu Uncle Tono itu pas Mei 2014, saat itu untuk pertama kalinya aku nyoba naik gunung, yaitu ke Gunung Semeru. Uncle Tono sendiri saat itu sehari-harinya kerja sebagai porter dan sering ikut Om Nanang guide bule-bule yang mendaki Gunung Semeru.

Selain supel, Uncle Tono juga baik banget. Pas kami naik Semeru dulu, Uncle Tono nungguin kami di gerbang Ranupani. Dan since disana nggak ada sinyal dan kami lupa ngasih tau kami bakal turun kapan, jadilah Uncle nungguin kami di gerbang pendakian tiap hari. Di hari ketiga akhirnya kami papasan sama Uncle Tono pas lagi perjalanan pulang naik motor lewatin Ranupani. Uncle Tono neriakin kami (asli kaget banget kirain nabrak sesuatu lol) trus diajakin makan di rumahnya. Masakannya sederhana. Nasi hangat,  sambal, dan sayur gambas (javanese - I don't know what to called in Indonesian lol) tapi nikmat banget gak boong. Ditambah makannya di depan perapian di tengah dinginnya Ranupani hihi.

#DearMe


Dear Me,
I'm the new you.
Someone who much much much better than you before.
It's been long time since we don't talk to each other.
How was your day? I hope you're doing well.

I heard you like a bad boy.
That boy who act like he don't care about you, which makes you try harder to make he like you.
That boy who wouldn't reply to your text until later on, which makes you wait around and miss him more.
That boys who act distant from you, which makes you try harder to get his attention.
That boy who know he can get a lot of girls, which makes you more afraid to lose him.
That boy who would show you he's interested one day then act different next day, which makes you too confused to make decision to leave him. Less, which makes you stuck and not being able to move on just because you care too much to him.

Has anyone ever told you that you deserve better than that? I'm sure you probably have, a lot.
And you know what? It's about time to realize that.
If  that boy like you, he'll meet you halfway. Simple as that.
Don't settle for a bad boy when you deserve a good man.

Sincerely,
The new you.


Someone told me, "Rough time is like chewing gum. The more you chew, the more tasteless it will get. So what you do if you're chewing a tasteless gum? You spit it away, then eat mentos from kembaliannya Indomaret"

Hello 21!

Welcome to the club!
Welcome 21!
Happy birthday, Ulvi Rahma Isnaini :)

Kyaaa, ulang tahun lagiiiii. Tanggal 15 Januari untuk yang ke-21 kali ya. Alhamdulilah. All praises is due to Allah.

Surprise ulang tahun kali ini sedikit berbeda. Mungkin karena lagi musim liburan, jadilah saya gak ketemu temen-temen. Notification birthday di facebook pun saya hide. Gak tau deh kenapa. Lagi pengen ulang tahun sendirian tanpa diganggu hehe. Lagian malu juga kalo nambah umur tapi kelakuan gak bisa nambah baik.

Abu-Abu Itu Milik Sabtu.


Untuk beberapa bulan yang sudah berlalu,
I have enough. I do enough.

10 Januari 2015,
Sudah sepuluh hari berlalu sejak kalender berganti, orang-orang bijak menyambutnya dengan menciptakan resolusi-resolusi baru sebagai upaya perbaikan diri. Sudah sepuluh hari berjalan di bulan Januari, nampaknya ia masih setia menyimpan banyak kejutan-kejutan manis. Bak menunggu kejutan dari orang-orang terdekat saat pergantian usia, saya tidak sabar menanti apa yang akan terjadi.

Rindu

Apalah arti memiliki,
Ketika diri kami sendiri bukanlah milik kami?

Apalah arti kehilangan,
Ketika kami sebenarnya menemukan banyak saat kehilangan,
Dan sebaliknya, kehilangan banyak pula saat menemukan?

Apalah arti cinta,
Ketika kami menangis terluka atas perasaan yang seharusnya indah?
Bagaimana mungkin, kami terduduk patah hati atas sesuatu yang seharusnya suci dan tidak menuntut apapun?

Wahai, bukanlah banyak kerinduan saat kami hendak melupakan?
Dan tidak terbilang keinginan melupakan saat kami dalam rindu?
Hingga rindu dan melupakan jaraknya setipis benang saja.

Tere Liye, dalam Rindu.


Tanggung Jawab

Tentunya kita semua setuju bahwa semua orang di dunia ini memiliki tugas dan tanggung jawab mereka masing-masing. Entah tanggung jawab dalam hal sekolah, perkuliahan, organisasi, instansi tempat bekerja, bahkan tanggung jawab pada diri sendiri dan juga keluarga. Jadi tak heran jika sedari balita kita sudah diajarkan untuk bertanggung jawab terhadap hal-hal yang telah kita lakukan dengan harapan saat dewasa kelak kita sudah terbiasa untuk selalu mempertanggungjawabkan tugas-tugas dan kewajiban yang dibebankan di pundak kita.

Satu demi satu tanggung jawab kita terima. Entah itu tanggung jawab yang bersifat sukarela seperti contohnya menduduki bagian strategis organisasi, atau tanggung jawab yang bersifat wajib seperti halnya sekolah dan kuliah. Lelah? pasti. Tapi bukankah tanggung jawab demi tanggung jawab ini yang akan membentuk pribadi kita di masa yang akan datang?

Waktu Luang

Haaai, selamat malam minggu semua.
Hari ini nggak ada mood nugas-nugasnya sama sekali.
Entah karena laptop sedang virusen, atau karena cuaca Surabaya emang lagi bobok-able, atau karena ditinggal balik ke Depok.
Pokonya seharian bener-bener manjain badan banget, keluar kamar cuma buat makan sama bikin milo dingin, selebihnya gulung-gulung di kasur.

Entah, makin kesini saya makin ngerasa kalo waktu luang adalah sesuatu yang berharga.
Nggak tau juga apakah ini efek dari status mahasiswa tingkat atas dengan tugas padat merayap atau karena tumpukan SPJ yang setiap hari minta banget dipacarin.
That's why saya perhitungan banget mengenai jatah bolos. Prinsip saya, bolos harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, sekali bolos harus melakukan sesuatu yang berharga haha.

Lack of Communication

Saya mau ngomeeel, jangan dibaca kalo ujung-ujungnya mau komentar: alay curhat di blog.

Jadi gini, hari ini kesel, kesel hati. Tiga hari yang lalu ada temen-temen unyu jaman SMP nge-line, ngajak kumpul-kumpul, reuni kecil-kecilan. Okelah saya meng-iyakan. Walaupun belum tau sebenernya jadwal kosong apa enggak, ya diiyakan dulu aja, kapan lagi kumpul-kumpul sama temen-temen lama, pikir saya gitu.

Hingga akhirnya hari H tiba, janjiannya jam 2 dia salah satu mall gede di Surabaya. Saya dari pagi di kampus, nungguin sampe jam 2 sekalian aja deh langsung berangkat dari kampus, lebih praktis kayanya dibanding kudu balik ke kosan lagi. Tau-tau jam 1an di line lagi, dibilang janjiannya mundur jam 4. Okelah gak masalah. Saya akhirnya balik ke kosan, pikir-pikir bisa mandi dulu inget-inget Surabaya kelewat panas. 

It's Time to Take Risk, Sweetheart

Seperti lirik lagu "Hard To Say I'm Sorry",

"Bahkan dua orang yang saling mencinta, perlu berlibur untuk mengambil jarak satu sama lain, agar cinta tak menjadi rutinitas belaka, sekedar menjalankan kewajiban tanpa makna"

About Travelling

Saya suka jalan-jalan, travelling, mbolang, nggembel, jalan-jalan cantik, atau apalah sebutannya. Yang pasti saya bukan anak rumahan yang betah gak kemana-mana lama. Liburan semester ini kali ini lumayan lama. Hampir 2 bulan. Tapi saya gak belum kemana-mana. Kalau ditanya kenapa, alasannya macem-macem. Dari mulai gak ada partner, gak ada waktu (karna kepotong rapat-rapat dan puasaan sebulan), sampe gak ada duit. 

Sumpah saya suntuk bangeeeettttttt. Oke ini ngeblog juga karena saking suntuknya dan yang ditungguin gak bales-bales bbm. Iri ya. Kadang kalo liat orang nge-share foto udah sampe mana-mana sedangkan kita dirumah aja hehe. Ini subjektif sih. Jelas kita gak bisa ngepukul rata semua orang dapet nasib yang sama. Curhat dikit, partner ngegembel saya pada sibuk-sibuk semua saat ini. Dari yang mulai lagi kerja praktek, sampe yang lagi putus cinta dan mrembet kemana-mana galaunya. Saya setuju banget sama pernyataan kalo nyari travelmate itu lebih susah dari pada nyari soulmate. Haha... hiperbola sih. Tapi bener juga.
That's why saya selalu bilang pengen nikah muda. Biar bisa kemana mana bebas sama suami dan gak bikin dosa. Udah segitu aja ngomelnya. Selamat malam selamat tidur semoga mimpi indah. Kamu, iya kamu.

Cemburu Itu

"Cemburu adalah perahu Nabi Nuh yang tergenang, di dalam hati yang karam. Lalu, naiklah ke geladak perahu itu, binatang yang berpasang-pasangan : perasaan tak berdaya-ingin mengalahkan, rencana jahat-penyesalan, kesedihan-gengsi...," kata lelaki itu.
Padang Bulan, karya Andrea Hirata.

Welcoming You

Cie blog baru nih yee :p
Harapannya sih blog baru isinya lebih bermutu dan gak banyak curhatnya hehe,
Udah gitu aja.